//Tambahan //Akhir tambahan Fungky Corporation

MAU PESAN ALAT BIDANG ELEKTRONIKA? KAMI FUNGKY CORPORATION SIAP MEMBANTU. HUBUNGI :

Email: fungkyking01@gmail.com | FB/TWITTER/YOUTUBE : FUNGKYKING |

WA (WhatsApp) Only : 0838 (Libur)


Lokasi Yogyakarta.

Wednesday, 1 February 2017

OPERATOR LOGIKA (LOGICAL OPERATOR)



2.4 OPERATOR LOGIKA (LOGICAL OPERATOR)


Operator logika digunakan untuk membandingkan hasil dari operator-operator hubungan. Operator Logika membandingkan dua buah nilai logika. Nilai logika adalah nilai benar atau salah.

Tabel 8 Operator Logika
Operator
Jenjang
Fungsi
&&
11
Logika DAN (AND)
||
12
Logika ATAU (OR)

Misalnya nilai A adalah 5, B adalah 7, dan C adalah ‘ a’, maka ungkapan logika berikut ini akan mempunyai hasil akhir benar.
A<B            ||           B== 7                     &&         C>’z’      1
1              ||                1                        &&           0             2
1                                  0                         3

Hasil akhir benar dari ungkapan logika tersebut didapat dari langkah-langkah sebagai berikut ini : 


  1. Jenjang operator hubungan lebih tinggi dibandingkan dengan jenjang operator logika, sehingga  ungkapan-ungkapan hubungan dikerjakan terlebih dahulu. Ungkapan hubungan A < B adalah benar, maka akan bernilai 1. Ungkapan hubungan B == 7 adalah benar dan bernilai 1. Ungkapan hubungan C > ‘ z ‘ adalah salah maka bernilai 0. 
  2. Operator logika ‘ && ‘ mempunyai jenjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan operator logika ‘ || ‘ , sehingga ungkapan logika 1 && 0 dikerjakan terlebih dahulu dengan hasil logikanya adalah 0. 
  3. Ungkapan logika 1 || 0 selanjutnya dikerjakan dengan memberikan hasil akhir bernilai logika benar atau 1.

Contoh :

  • Nilai A adalah 5, Nilai B adalah 7, dan nilai C adalah ‘ a’. Beberapa logika yang menggunakan variabel-variabel ini dan hasilnya tampak seperti berikut ini.
Operator logika juga banyak digunakan untuk penyeleksian kondisi yang rumit dengan statemen if , do-while atau while.

Tuesday, 15 November 2016

OPERATOR BITWISE


2.4 OPERATOR BITWISE

Operator bitwise digunakan untuk  memanipulasi bit-bit nilai data yang ada di memori. Operator-operator ini hanya dapat digunakan untuk tipe data char, int dan long int.

Tabel. Operator Bitwise
Operator
Jenjang
Fungsi
<< 
5
Pergeseran bit ke kiri
>> 
5
Pegeseran bit ke kanan
&
8
Bitwise AND
^
9
Bitwise XOR (Exclusive OR)
10
Bitwise OR
~
Bitwise NOT

2.4.1 OPERATOR BITWISE KOMPLEMEN SATU

Operator Bitwise komplemen satu (One’s Complement Operator) kadang-kadang disebut juga dngan istilah komplementation operator. Operator ini menggunakan symbol ‘~’ dan merupakan operator Unary yang mempunyai arti bitwise NOT, yaitu membalik nilai-nilai bit 1 menjadi nilai- nilai bit 0 atau sebaliknya. Misalnya nilai binary 11011001 maka nilai komplemen satunya adalah nilai binary 00100110.

2.4.2 OPERATOR BITWISE LOGIKA

Tiga buah operator bitwise logika dapat digunakan, yaitu operator bitwise AND (‘&’), Operator bitwise OR(‘ |’) dan operator bitwise XOR (‘^’). Operator-operator ini menggunakan dua buah operand. Hubungan bit-bit untuk operator-operator ini dan hasilnya tampak pada tabel berikut

Tabel hubungan Bit dan Hasilnya untuk Operasi Bitwise Logika.

Tabel. Operator Bitwise Logika
Bit
AND
b1 & b2
OR
b1 |b2
XOR
b1 ^ b2
b1
b2
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
0

Contoh:

#include <stdio.h>
main()
{
int X=0x2d;   /*bernilai 45 dalam decimal */
int Y=0x1b;   /* bernilai 27 dalam decimal */
printf(“%x & %x hasilnya adalah %x (dalam heksadesimal)\n”,X,Y,X&Y);
printf(“%x | %x hasilnya adalah %x (dalam heksadesimal)\n”, X,Y, X|Y);
printf(“%x^ %x hasilnya adalah %x (dalam heksadesimal)\n”,X,Y,X^Y);
}

Jika program ini dijalankan akan didapatkan hasil:

2d & 1b hasilnya adalah 9 (dalam heksadesimal)
2d | 1b hasilnya adalah 3f(dalam heksadesimal)
2d | 1b hasilnya adalah 36 (dalam heksadesimal)

Tuesday, 8 November 2016

OPERATOR HUBUNGAN (RELATIONAL OPERATOR)



2.3. OPERATOR HUBUNGAN (RELATIONAL OPERATOR)

Operator hubungan digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua buah operand. Operator ini banyak digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan statement if, do-while atau while.

Tabel. Operator Hubungan
Operator
Jenjang
Fungsi
6
Lebih kecil dari
<=
6
Lebih kecil atau sama dengan
6
Lebih besar dari
>=
6
Lebih besar atau sama dengan
==
7
Sama dengan
!=
7
Tidak sama dengan
Contoh 1:
Nilai A adalah 5, nilai B adalah 7, dan nilai C adalah “a”. Beberapa ungkapan hubungan yang menggunakan variable-variebel ini dan hasilnya tampak sebagai berikut.

Tabel. Contoh Operator Hubungan
Ungkapan Hubungan
Hasil
Nilai
A == 5
Benar
1
A == B
Salah
0
B < 7
Salah
0
A <= 7
Benar
1
(A+B) != 35
Benar
1
C != ‘A’
Benar
1
C <= ‘Z’
Benar
1

Contoh 2:
#include <stdio.h>
main()
{
int A=5,B=7;
printf(“%d < %d hasilnya adalah %d \n”, A,B,A<B);
printf(“%d<=%d hasilnya adalah %d \n”, A,B,A<=B);
printf(“%d>%d hasilnya adalah %d \n”,A,B,A>B);
printf(“%d>=%d hasilnya adalah %d \n”,A,B,A>=B);
printf(“%d==%d hasilnya adalah %d \n”,A,B,A==B);
printf(“%d !=%d hasilnya adalah %d \n”,A,B,A!=B);
}

Jika program ini dijalankan akan didapatkan hasil :
5 <   7 hasilnya adalah 1
5 <= 7 hasilnya adalah 1
5 >    7 hasilnya adalah 0
5 >= 7 hasilnya adalah 0
5 == 7 hasilnya adalah 0
5 != 7 hasilnya adalah 1
Operator hubungan banyak digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan statement if, do-while


//Tambahan //akhir